Felix berjalan perlahan memasuki sebuah bangunan tinggi dan besar. Setelah sekian lama tidak pernah memasuki gedung ini, untuk pertama kalinya ia masuk ke dalam bangunan itu. Ia berjalan memasuki gedung itu yang terlihat sepi. Langkahnya terhenti saat sudah berada di jajaran paling depan tepat sekali di depan sebuah patung salib dan juga ada beberapa lilin yang menyala disana. Ia terduduk di lantai yang di lapisi karpet merah itu. Tubuhnya bertumpu pada kedua lututnya. ia menundukkan kepalanya menatap nanar karpet merah di bawahnya. 'Sebenarnya aku tidak pernah percaya padamu. Tetapi untuk sekarang aku memohon padamu. Aku mohon, jangan ambil Keysaku. Aku tidak pernah marah saat kau mengambil ayah dan bunda, tetapi ku mohon jangan Keysaku. Jangan biarkan dia pergi.' Air mata luruh membasa

