"Bukanlah kesabaran jika masih mempunyai batas. Bukanlah keikhlasan jika masih merasakan sakit.” **** "Aku minta maaf Fa." Suara dentingan sendok di ruangan itu seketika terhenti. Dua sosok wanita disana sama-sama terpaku pada Gufran, si pria penyebab keheningan tercipta. "Aku minta maaf karena membentak mu kemarin." ujar Gufran lagi. Ia menatap Syafa lamat, Berharap mendapatkan maaf dari wanita itu. "Tanpa kau minta aku sudah memaafkan mu mas." "Terimakasih." Gufran tersenyum. Lantas mengalihkan pandangan pada Hafna yang juga tersenyum padanya. Ia tahu maksud di balik senyum wanita itu. Senyum yang selalu memberi Gufran kekuatan dalam setiap masalah. Hafna dan Syafa pun juga saling pandang. Saling menyunggingkan senyuman satu sama lain. Syafa tahu. Ia sangat tahu pasti Hafna

