Bab 11 : Bentakan

1559 Kata

"Wanita itu seperti kapas yang lembut, sudah sepatutnya pria memperlakukan mereka dengan lembut pula. Jangan membentak, pun jangan meninggikan suara terhadap mereka." **** Syafa mencoba menganggap semuanya baik-baik saja. Setidaknya itu akan membuat hatinya terasa lebih tenang. Semalam Syafa pun sadar, bahwa Gufran butuh waktu untuk menerimanya. Biarlah sang suami terbiasa lebih dulu dan tak lagi menganggap dirinya sebagai orang asing. Pagi ini seperti biasa Syafa memasak makanan untuk Gufran. Subuh-subuh sekali selepas sholat dia telah berkutat dan sibuk di dapur. Kini ia tengah menunggu laki-laki itu pulang dari mesjid. Makanan pun telah ia tata rapi dimeja makan. Semoga saja kali ini Gufran akan menyentuh masakannya. Sembari menunggu Gufran pulang, Syafa memilih untuk merapika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN