Setelah Prem pergi membawa seluruh barang - barangnya dan seluruh sisa harga diri dari rumah itu, Nia berdiri di tengah kesunyian yang mencekam. Hanya butuh satu jam bagi rumah megah itu untuk terasa seperti kuburan. Nia tidak punya pilihan lain. Dengan kondisi fisik yang masih lemah dan rahim yang menyimpan benih pengkhianatan, ia membulatkan tekad untuk mencari Glen. Baginya, Glen adalah satu-satunya sekoci penyelamat yang tersisa. Ia harus meminta pertanggungjawaban. Nia mendatangi kantor pusat distribusi farmasi milik Glen di kawasan industri. Dengan penampilan yang kusut dan mata sembab, ia memaksa masuk. Resepsionis menatapnya dengan pandangan merendahkan, namun Nia tidak peduli. Ia terus merangsek hingga sampai di depan pintu ruangan eksklusif tempat Glen biasa mengadakan pertemua

