Harapan Nia untuk kembali hidup mewah ternyata hanyalah sebuah fatamorgana yang jauh lebih kejam dari sebelumnya. Adhi, dengan segala tipu dayanya, kembali bukan untuk memberikan masa depan, melainkan untuk mencari pelampiasan. Tanpa dukungan finansial dari istrinya yang sah, Adhi sebenarnya sudah kehilangan kekuasaannya. Ia hanya menggunakan sisa-sisa kharismanya untuk menjerat Nia kembali ke dalam kendalinya. Nia segera menyadari bahwa janji-janji manis tentang apartemen dan modal galeri hanyalah bualan. Adhi seringkali datang hanya saat ia menginginkan kepuasan fisik, lalu pergi begitu saja tanpa memberikan kepastian. Nia kini benar-benar terjebak; ia telah memutus akses dengan satu-satunya pria yang tulus mencintainya demi seorang pria yang hanya menganggapnya sebagai objek pemuas na

