Meskipun bisnis "Trisula Arsitektura" mulai merintis jalan menuju kesuksesan, kenyataan pahit masih membayangi Prem. Proyek-proyek besar yang mereka kerjakan di Bandungan dan Bali belum mencairkan termin pembayaran sepenuhnya, sementara bunga dari utang-utang masa lalu saat merawat Nia terus membengkak. Prem tidak ingin membebani Sakura dan Indah dengan masalah pribadinya. Baginya, martabat adalah tentang menyelesaikan tanggung jawab sendiri. Demi melunasi sisa utang yang kian mencekik, Prem memutuskan untuk mengambil pekerjaan sampingan yang jauh dari dunia arsitektur. Dengan kemeja yang sudah disetrika rapi namun kerahnya mulai menipis, ia mendatangi kantor pusat PT. Love Bird Indonesia, sebuah perusahaan logistik dan distribusi besar yang sedang membuka lowongan sopir operasional. Pre

