Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Thalita sudah sampai di rumah sakit, Thalita tidak bisa tidur semalaman karena mengkhawatirkan Dhika. Thalita berjalan cepat menuju ruangan Dhika. Thalita memasuki ruangan Dhika yang terlihat kosong, hanya Dhika yang masih terbaring di atas brangkar dengan suara detak jantung yang keluar dari mesin pendeteksi detak jantung. Thalita berjalan mendekati brangkar , di pegangnya tangan Dhika yang tidak di infuse. “h-hai” sapa Lita lirih. Thalita terus menatap wajah Dhika yang terpejam. “Lita” Thalita menengok ke arah toilet yang ada diruangan itu, ternyata Elga baru saja keluar dari toilet. “kamu datang pagi sekali, pasti kamu belum sarapan yah” ujar Elga mengusap wajahnya yang basah dengan handuk kecil. “iya mom” jawab Lita tersenyum “setelah papi kembali

