Wana menutup pintu mobilnya, berjalan menuju ruang kerja Kirana. Dia tak peduli dengan bau badan yang menguar karena belum mandi beberapa hari. Perjalanannya ke luar kota dan medan yang berat membuatnya malas berurusan dengan kebutuhan itu. “Ki? Kita akan menemui adik kecil kita?” tanya Wana seraya membuka lebar pintu ruang kerja Kirana. “Mandilah! Demi Tuhan!” Kirana menutup hidungnya. “Kita akan menemui Kala?” desaknya tak beranjak. “Iya, mandilah, aku akan menunggumu!” Kirana mengibaskan tangannya menyuruh Wana pergi dari ruangannya. Wana menutup pintu sambil tertawa. Kirana membuka jendelanya lebar dan membiarkan angin masuk menggantikan udara bau Wana. “Aku dengar Wana sudah tiba?” tanya Dewi begitu masuk ke ruangan kerja. “Apakah kamu tidak mencium baunya?” protes Kirana kem

