Setelah mencuci piring, Sam bingung harus bagaimana. Dia masih canggung berada satu ruangan dengan orang lain, terlebih orang itu Kala. Laki-laki yang sudah membuat perasaannya jungkir balik dan jantungnya berdegup lebih kencang. “Tidurlah, Sam. Aku akan berganti baju,” kata Kala lalu masuk ke ruangan yang menyatu dengan kamar mandi itu. Sam berjalan ke tempat tidur, lalu duduk di sana, mengelus pinggirannya, membayangkan saat Kala berbaring di sana. Lalu dia menggelengkan kepalanya cepat, membuang pikirannya yang macam-macam. Ingatannya kembali saat dia pertama kali bertemu dengan Kala. Saat itu, dia baru bekerja di tempat Han. Kala sudah menjadi pelanggan reguler di sana. Selalu satang setiap pagi dan akan makan di sana selama satu jam. Sejak hari itu, Sam sering kali melayani Kala d

