Seorang gadis sedang tergesa menuju tempat kerjanya, dia sudah terlambat. Sesekali dia melirik jam yang ada di tangan kanannya. “Ah sial, kenapa aku harus terlambat,” erangnya. Seseorang sudah menunggunya di pintu kafetaria. Seketika hatinya mencelos. “Sam! Sudah berapa kali kubilang, jangan terlambat!” oceh laki-laki itu. “Maaf, Pak. Saya ketiduran selepas pagi,” desis gadis bernama Samantha itu. “Masuklah, segera bereskan semuanya sebelum kita buka. Kamu tahu bahwa kita mempunyai tamu tetap setiap pagi?” Laki-laki itu berkacak pinggang. “Iya, Pak Han. Mas Kala tidak akan datang sebelum jam sembilan,” sergahnya. “Ini sudah hampir jam sembilan,” bantah laki-laki bernama Han itu. Sam tak ingin lagi berbantah, dia masuk dan menaruh barangnya di loker. Kemudian dia mulai membereskan

