bc

The World After The Apocalypse

book_age16+
2
IKUTI
1K
BACA
YA Fiction Writing Contest
like
intro-logo
Uraian

Kisah ini tentang Aran seorang pemuda miskin yang selalu dihina dan di bully oleh teman-temannya.

Hingga akhirnya ia menerima sebuah cincin yang bisa membawanya melintasi dimensi di dunia yang berbeda. Yaitu, dunia yang sudah hancur karena perang nuklir, kimia hingga bencana alam.

chap-preview
Pratinjau gratis
Beginning
The World After The Apocalypse Aran berjalan dengan lesu di sebuah gang sempit pemukiman padat penduduk. Namun kali ini setelah melewati gang sempit ini Aran tidak langsung pulang kerumah. Karena tubuhnya penuh luka dan tidak ingin membuat orang tuanya khawatir ia memutuskan untuk pergi ke bangunan kosong diwilayah dekat rumahnya. Bangunan ini sudah kosong bertahun-tahun lamanya. Sehingga banyak sekali tanaman liar yang menutupi bangunan ini. Aran sering melamun seorang diri ditempat ini untuk menenangkan pikirannya atau sekedar beristirahat setelah bekerja. Karena keadaan ekonomi keluarganya yang sangat susah, mau tidak mau Aran bekerja sambilan menjadi ojek online ketika pulang sekolah. Ketika ia sedang asik melamun didalam gedung yang sepi terlihat dihadapannya muncul cahaya berwarna biru menyerupai cermin besar setinggi kurang lebih 2 meter. Tidak lama dari dalam portal muncul seorang kakek tua yang sangat renta. Kakek itu terlihat begitu lemah, ia lalu memandang sekitarnya dengan takjub. Karena dilihatnya disekitarnya banyak pepohonan berwarna hijau itu berarti tempat ini adalah dunia yang sehat. Belum lagi udaranya yang begitu sejuk ketika ia menghirupnya. Lalu ia menatap ke arah Aran yang juga menatapnya. Tapi ketika ia melangkah ke arah Aran tubuhnya langsung ambruk ke lantai. Melihat Kakek tua jatuh dihadapannya, Aran segera berlari dan menolongnya. Ketika Aran menolongnya dengan memegang tubuhnya agar bersandar dipangkuannya, Kakek itu berkata padanya. "Hausss" Aran lalu segera mengambil air minum yang ada ditasnya. Ini adalah air mineral yang sempat ia beli dijalan. Air itu masih dingin dan segar. Ketika Kakek itu meminum air yang dibantu oleh Aran. Ia merasakan aliran air yang begitu murni, sejuk dan menyegarkan. "Ini air yang sangat nikmat, aku rela mati dengan tenang sekarang" Kakek itu lalu menatap wajah Aran "Anak muda siapa namamu" "Nama saya Aran, Kakek" Aran menjawabnya dengan sopan. "Nak Aran, terima kasih sudah menyelamatkan saya" Kakek itu lalu terdiam dan menarik nafasnya. Tubuhnya sudah sangat lemah. "Sama-sama Kakek" Aran menjawabnya kembali dengan sopan. Ia melihat bahwa tubuh Kakek ini begitu kurus dan lemah. Entah ia berasal darimana. "Nak Aran, umur saya sepertinya sudah tidak lama lagi. Ambillah cincin ini" Si Kakek lalu menyerahkan sebuah cincin berwarna biru laut kepada Aran. "Itu adalah cincin portal dimensi yang berhasil aku ciptakan. Daripada jatuh ketangan musuhku, aku melarikan diri kesini. Jaga cincin ini baik-baik, jangan sampai ada orang lain yang mengetahuinya. Untuk berpindah cukup kamu katakan 'shadow' dua kali pada cincin ini. Selain berfungsi sebagai portal, cincin ini juga bisa digunakan untuk menjadi tempat penyimpanan. Cukup kamu arahkan cincin ini ke barang yang akan kamu simpan dengan berkata 'save' dua kali" Setelah berkata kepada Aran dengan susah payah, Kakek itu terlihat seperti menarik nafasnya dengan lama dan akhirnya ia tersenyum dalam diam. Aran mencoba memeriksa nadi dan detak jantungnya, yang langsung membuatnya shock. "Kakekkk, bangun" Aran menjadi panik dengan kematian Kakek yang tiba-tiba ini. Karena bingung akan dikubur dimana maka Aran memutuskan untuk mencoba cincin tersebut. "Shadow, shadow" Dari cincin yang dipakai Aran muncul sinar biru langit seperti yang ia lihat sebelumnya. Dengan membawa si Kakek, Aran lalu memasuki portal tersebut. Begitu masuk ternyata itu adalah sebuah tanah gersang yang panas dan berdebu. "Apa-apaan tempat ini" Aran lalu melihat sekelilingnya termasuk portal yang ia masuki. Ternyata portal itu hanya bertahan beberapa detik sebelum menghilang. "Sial mengapa tempat ini begitu tandus, bagaimana caraku mengubur jasad ini" Mau tidak mau akhirnya Aran berjalan melintasi padang pasir yang luas ini. Ketika Aran berjalan, terdengar suara kendaraan di kejauhan. Aran lalu melihat ke arah kendaraan itu. Tidak lama kendaraan itu berhenti didekat Aran. Dari pintu kendaraan model jip yang dimodifikasi keluar wanita muda berpakaian militer. "Hei apa kau butuh tumpangan, bayarannya cukup sebuah roti kering" "Kenapa aku harus membayarmu dengan roti kering" Gadis itu terlihat sedikit kesal dengan Aran, karena bayaran satu roti kering cukup murah untuk mengantarnya keluar dari gurun ini. "Tidak ada yang gratis didunia ini, satu roti kering itu sangat murah. Aku hanya ingin membantumu. Gurun ini sangat luas, kau bisa mati kelelahan jika harus berjalan kaki ditempat ini" Gadis itu hendak berbalik pergi meninggalkan Aran, hingga akhirnya Aran berkata padanya. "Tunggu dulu, bukannya aku tidak mau bayar. Namun aku tidak memiliki roti kering" Gadis itu lalu berbalik ke arah Aran kembali "Kau tidak memiliki roti kering, lalu apa yang akan kau berikan padaku sebagai pembayaran" "Emm sebentar" Aran lalu mengeluarkan sesuatu dari tas sekolahnya. Itu adalah roti kemasan yang berisi daging ayam. Roti ini adalah bekal sekolahnya yang belum sempat ia makan. Gadis itu menatap dalam diam, melihat roti yang terlihat sangat lezat dihadapannya. Tanpa sadar ia lalu mengambil roti itu dari tangan Aran. "Apa kau serius membayarku dengan ini" Mendengar perkataannya Aran menjadi salah faham "Maaf, hanya roti itu yang aku punya. Aku tidak memiliki roti kering. Aku harap kamu mau mengantarku. Karena Pria dipunggungku ini harus seger dimakamkan" Sekilas wanita itu melirik Kakek tua yang berada di punggung Aran. "Emm, sepertinya kamu salah faham maksudku. Dengan Roti mu ini kamu bisa menjualnya dengan harga yang sangat mahal. Bolehkah aku memakannya sekarang" "Tentu saja boleh" Jawab Aran. Gadis itu langsung membuka bungkus roti itu dan melahapnya. "OMG, demi apapun didunia ini. Roti ini begitu nikmat. Aku seperti berada di surga" Ia lalu menatap Aran dengan takjub. Aran tidak mengetahui bahwa dunia yang ia masuki ini adalah dunia yang berada di dimensi yang berbeda. Dunia yang sudah rusak karena perang nuklir, bencana alam dan berbagai macam racun kimia. Semua makanan ditempat ini sangatlah mahal, dan harganya melebihi harga emas dan permata didunianya.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
19.4K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
195.4K
bc

Putri Zhou, Permaisuri Ajaib.

read
8.9K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
47.7K
bc

Kali kedua

read
222.7K
bc

TERNODA

read
203.4K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
237.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook