34 Jambakan

1641 Kata

Dahi Arvel menempel padaku. Aku bisa melihat jelas mata jernih dan bibirnya. Jo, hentikan menatap mata dan bibirnya! Tapi aku tidak bisa. Dia memenjarakanku. Aku tidak bisa berkutik di bawah kungkungan matanya. Entah siapa yang memulai, bibir kami sudah menempel. Bertahan cukup lama dalam posisi ini lalu dia memulainya. Menghisap bibir bawahku kecil berulang kali. Aku eum menikmatinya? Jika perasaan ingin meledak itu merupakan respon positif atas ciumannya, maka ya aku menyukai setiap gerakannya. Aku merapatkan kelopak mataku, membiarkannya menguasai ciuman kami. Hangat, aku merasakan kehangatan menyusup pada bawa kemejaku, mengelus kulit perutku. Telapak tangan yang hangat dan agak kasar. Telapak tangan? Mataku terbuka. Arvel masih menciumku. Aku melirik ke bawah. Tangan kanan Arvel m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN