16 Dia

1473 Kata

Aku takut. Semua terjadi begitu mengerikan. Pemilik kontrakan menuduhku merayu suaminya, tidak terima atas pembelaanku dia menamparku, dan mengusirku keluar kontrakannya. Di tengah ketakutanku, dia datang. Dia bukan orang yang aku harapkan melihatku dalam kondisi sebegini mengenaskan. Nyatanya hanya dia yang pelukannya membuatku nyaman. Dan dia yang membawaku keluar dari kerusuhan yang disebabkan kesalahpahaman itu. “Ibu tidur dulu,” katanya sambil memasang sabuk pengaman padaku. Dia mengangkat kepalanya lalu tersenyum lembut. Satu tangannya naik ke puncak kepalaku, mengusap sebentar sebelum beralih menghapus air mata yang masih mengalir di pipiku. “Jangan takut. Saya di sini buat ibu.” Dia membenahi duduknya, memasang sabuk pengaman untuk dirinya sendiri. Dengan telaten dia mengendarai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN