Dua minggu setelah Tora ikut acara belanja gue dan mami, dia mendadak jadi manusia tersibuk di jagad perkubikelan. Dapatin ACC dia atau minta review laporan protokolnya melebihi izin selfie bareng Chelsea Islan. Kerjaan gue yang lagi main kebut-kebutan berubah merayap lalu mandek kayak kemacetan jalan Gatot Subroto tiap jam pulang kerja. Amal baik gue makin sukar dikumpul karena Tora selalu tahu cara bikin bibir perjaka Lee Hongki FT Island mengumpat. Gue pernah mendeklarasikan diri gue sebagai cowok yang pantang absen penghuni kebun binatang atau latihan bad words. Nyatanya itu jadi konsumsi bibir gue tiap emosi di ubun-ubun siap meletus. “Vedebah!” Gue banting berkas presentasi di atas meja. Olin yang duduk di meja sebelah melompat kaget. “Ada apa habis makan siang ngomel?” “Tora kay

