Perjalanan bulan madu mereka begitu berkesan, meski tanpa cinta mereka bisa menikmati kehangatan ranjang dengan penuh gairah. Bahkan keduanya sampai melupakan orang yang mengisi hati mereka saat terlena dalam pertempuran yang membuat candu itu. "Mas ..." lenguh Darlina setelah berhasil mencapai klimaks bersamaan dengan Kalman. Deru napas keduanya bersahutan dengan senyum menghiasi wajah mereka yang penuh dengan keringat. "Terima kasih, kamu luar biasa," puji Kalman kemudian mendaratkan kecupan di kening Darlina. "Kamu juga, Mas. Jago banget bikin aku melayang-layang," balas Darlina dengan wajah bersemu merah. "Kalau begitu, ayo kita main satu ronde lagi." "Mas ..." Darlina memukul d**a Kalman yang masih di atas tubuhnya. "Ingat ini sudah subuh, pagi ini juga kita harus kembali ke in

