Kalman tidak memperdulikan penolakan Darlina, dia terus saja memijat. Akan tetapi sebenarnya saat ini hatinya sedang bergemuruh, dia harus menyiapkan dirinya untuk bisa menyentuh istrinya. Ya, setidaknya dimulai dari kakinya. Di otak lelaki itu terus bergema ucapan mamanya, "Kalian harus sukses membuat cucu untuk Mama!" Hal ini membuat pikiran Kalman menjadi kusut. Bagaimana ia akan sukses membuat cucu untuk mamanya sedangkan pernikahan mereka hanyalah status yang akan bertahan selama satu tahun. Pikiran kusut Kalman tiba-tiba buyar karena mendengar dengkuran Darlina, lelaki itu berdiri sambil berkacak pinggang menatap wanita yang kini bergelar istrinya itu. "Heran, dia bisa tertidur sampai mendengkur seolah hidupnya tak ada beban sama sekali. Apa dia tidak kepikiran sama sekali dengan

