Bab 19 BEGINI SEHARUSNYA

1040 Kata

Kalman dan Darlina tersentak kaget saat melihat Mama Kusnita berdiri di depan pintu lift, mereka merasa malu karena sang Mama melihat mereka yang sedang berciuman. "Ma-ma," sapa Kalman dan Darlina gelagapan. Mama Kusnita tertawa kecil melihat keduanya yang saling mendorong dan salah tingkah. "Sana pulang, lanjutin buat cucu Mama di rumah saja!" ujarnya sambil menutup kembali pintu lift yang mengirim keduanya kembali kelantai bawah. "Ya ampun, malu-maluin banget deh!" Darlina menepuk keningnya. "Sekarang kita mau kemana?" tanya Kalman. "Aku mau pulang sajalah." Kalman tersenyum dan langsung menggandeng tangan Darlina. "Iya, kita pulang saja. Benar kata Mama, sebaiknya kita bikin anak di rumah saja." "Eh, apaan!" Darlina mendelik menatap Kalman yang cengengesan. "Oh, iya. Apa Tante G

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN