"Ya, Mas. Aku hamil, anakmu!" tegas Silvia meyakinkan dengan mengusap perutnya yang masih datar. Kalman tersenyum sinis. "Aku tidak pernah menyentuhmu, jadi bagaimana bisa kamu mengandung anakku?" "Ini." Silvia memperlihatkan layar ponselnya yang sedang menayangkan video dirinya bersama Kalman yang sedang berhubungan badan. Terang saja Kalman kaget, pasalnya dia merasa tidak pernah melakukannya. "Aku yakin kamu tidak percaya, tapi kamu ingat kan ketika berada di puncak? Saat itu kita bertemu dengan teman-teman sekolah lalu kita minum-minum." Silvia mencoba mengingatkan kejadian tiga bulan yang lalu. "Saat itu kamu memang sedang mabuk jadi tidak sadar kalau kamu telah merenggut keperawananku." Mata Kalman terbelalak mendengar perkataan Silvia, dia berusaha keras mengingat apa saja kej

