"Mas yakin di rumah sendirian bisa?" tanyaku agak tidak yakin. Ini hari Senin dan aku harus masuk kerja. Gilang walaupun sudah di rumah sejak kemarin, tetap saja belum bisa apa-apa sendiri. Tangan kanan Gilang masih digips, dia akan mulai mengajar minggu depan. Senin sampai Jum'at ini aku bingung jika Gilang di rumah saja dia bagaimana. Aku minta ke rumah Ibu dia tidak mau. Katanya merepotkan Ibu dan Ayah. "Nanti ada Devan ke sini," tutur Gilang. Aku menghela napasku mendengar ucapan Gilang. "Kasihan Devan, Mas! Dia kan juga harus kerja, kamu tuh nyuruh-nyuruh dia terus," omelku sambil membawa tas kerja milikku. Gilang mengikutiku menuju pintu rumah. Dia diam saja mendengar omelanku, tidak menyahuti apa pun. Susah memang bicara dengan Gilang yang keras kepala, dia memang penyabar, tapi

