35 Wenny Kharisma

1022 Kata

"Tumben Mas mau ke rumah Ibu? Biasanya nggak mau karena takut merepotkan," tanyaku sambil melirik Gilang yang duduk di sebelahku. Aku dan Gilang sedang bersiap akan tidur, tadi sore Gilang menjemputku bersama Pak Darman. Siang tadi Ibu mengirim chat kalau Gilang main ke rumah, dia bersama Ayah bermain catur dan mengobrol sampai sore. "Nggak papa, bosan juga di rumah aja. Sekali-sekali ngobrol sama Ayah. Udah lama juga nggak dengar suara kokokan Keiko." Aku tertawa mendengar sahutan Gilang. Sepertinya Gilang sudah tertular Putra dan Ayah yang kerap memperhatikan si Keiko. Gilang mengambil posisi tidur, dia sepertinya lelah. Kondisi Gilang memang masih tidak begitu baik. Dia masih butuh istirahat yang cukup. Aku melirik jam dinding, baru jam sembilan malam. Masih sempat untukku nonton dr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN