"Nayla jadinya bantuin Devan, Mas?" Wenny bertanya dengan semangat. Istriku ini sangat semangat jika ada perempuan single dekat dengan Devan. Dia sudah menyiapkan beberapa kenalannya untuk dikenalkan pada Devan, sayang saja Devan memilih untuk terus menghindar. "Nanti Nayla bantu-bantu di rumah produksi, tiga kali seminggu dia bersihkan apartemen Devan yang berantakan," jelasku membuat Wenny tersenyum. "Tempat tinggal?" Wenny bertanya sambil menoleh ke belekang, ke arah dapur. Di sana ada Nayla yang sedang membereskan dapur yang seperti kapal pecah akibat ulang Wenny. Raut wajah Wenny terlihat sedih dan khawatir. Aku mengusap kepala Wenny. "Devan yang bantu carikan kontrakan murah dan aman dekat apartemennya," kataku membuat Wenny mendesah lega. Kini Wenny kembali menatapku. "Terus ya

