37 Wenny Kharisma

1032 Kata

Aku marah dan kesal pada Gilang, dia menyembunyikan hal yang sangat penting dariku. Walaupun apa yang ditakutkan Gilang benar, aku marasa bersalah. Merasa bahwa jika aku tidak menikah dengan Gilang, Sania pasti baik-baik saja. Meski begitu, aku sadar bahwa tidak ada hal yang bisa diubah lagi, aku mencintai Gilang dan dia suamiku. Sania sudah memilih jalan dan keputusannya sendiri. Menangis membuatku menjadi lelah, kesal juga membuatku jadi mengantuk. Aku pun tertidur hingga hampir dua jam di kamar. Agak berlebihan karena aku justru kabur ke rumah Ibu. Emosiku memang tidak stabil semenjak hamil, aku sering sedih dan senang secara berlebihan. Bahkan pada hal kecil dan remeh. Mood swing yang tidak bisa aku kontrol dengan baik ini bahkan menyulitkan Gilang. Beberapa malam yang lalu aku meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN