19 Wenny Kharisma

1016 Kata

Mbak Mayang, Mbak Virni dan aku makan siang bersama di restoran ayam geprek di dekat kantor. Jam sepuluh tadi Mbak Virni memesan tempat melalui telepon, karena memang restoran ini selalu ramai dan penuh di jam makan siang. Kami hanya bertiga karena Aldi tidak ingin ikut dan memilih makan siang bersama Pak Seno. "Pak Dosen kalau makan siang diamana, Wen?" tanya Mbak Mayang yang memang tahu bahwa aku tidak bisa memasak. Mbak Virni bahkan sempat mengomeliku minggu lalu karena tahu aku selalu beli makan di luar. Dia bilang aku sudah gila membiarkan suami beli makan di luar. Padahal, namanya tidak bisa masak ya mau diapakan lagi? Belajar masak juga tidak sekali belajar langsung pintar. "Di kantin kampus kayaknya," sahutku sambil memainkan ponselku. Aku sedang mengetik chat untuk dikirim ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN