22 Gilang Singgih

1023 Kata

Aku menatap Sania tajam, dia duduk di hadapanku. Sekitar setengah jam yang lalu Sania muncul di area kampus, membuat kehebohan yang luar biasa. Lama-lama aku juga gerah dengan kelakuan Sania. "Mas aku datang karena aku mau kamu nikahin aku lagi," tutur Sania yang sepertinya tidak memiliki rahang. Beberapa rekan dosen yang mendengar pembicaraan kami melirik-lirik ingin tahu. Baguslah jika mereka menguping, aku punya saksi yang mendengar penolakanku. "Maaf Sania. Saya tidak bisa, kamu sebaiknya cari pria lain saja," tolakku tegas. Aku bangun dari dudukku, membawa turut serta tas ransel. Untung jadwal mengajarku sudah selesai. Aku mendahului Sania keluar dari ruang dosen. "Mas Gilang." Sania memanggilku dan mengikutiku dengan langkah yang kesusahan. Ponselku tiba-tiba berdering, aku men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN