Aku terbangun saat matahari sudah tenggelam. Karena kaget, kepalaku menjadi pusing. Aku memegang pelipisku sambil duduk di atas tempat tidur. Saat aku menunduk, aku melihat tas ransel hitam yang biasa dikenakan Gilang. "Mas Gilang!" seruku kaget. Teringat bahwa aku sudah punya suami. Memang terkadang aku masih bingung dengan statusku, suka lupa dan masih merasa sendiri. Cepat aku mengikat rambutku asal-asalan, kemudian keluar dari kamar. Menuruni tangga dengan sangat terburu-buru, aku menuju meja makan. Di sana ada Gilang yang sedang memainkan ponselnya. "Kok nggak bangunin aku, Mas?" tanyaku sambil menyalami Gilang. Perasaanku menjadi merasa bersalah. "Kamu capek kayaknya, nggak tega Mas mau bangunin," jawab Gilang. Aku melihat Gilang kembali mengecek sesuatu di i-pad miliknya. Matak

