Akhirnya aku bisa memenuhi janjiku pada Wenny, kami benar-benar liburan ke puncak. Mang Ujang sudah menungguku di depan vila, beliau sudah menerima perintah Devan untuk membersihkan dan mempersiapkan vila. Wenny terlihat sangat bergembira, dia bahkan bersemangat membantu Bi Siti –Istri Mang Ujang, di dapur. Aku justru membereskan bawaan kami sendirian di kamar. Dia mengatakan ingin bermain ayunan kayu yang ada di depan vila, aku meminta Mang Ujang untuk memastikan ayunan tersebut masih bagus. "Mas!" Wenny muncul di depan pintu, sepertinya dia sudah bosan membantu Bi Siti. "Belum beres?" tanya Wenny yang hanya melihat saja aku mengatur pouch kosmetik miliknya. "Bantuin dong, Nyonya Singgih," sindirku membuat Wenny tertawa dan menggelengkan kepala. Dia hanya menyandar pada kusen pintu dan

