"Mas Gilang. "Aku memanggil Gilang sambil sedikit mendongak. Gilang sedang mendorongku yang duduk di ayunan kayu. "Inget nggak ini hari apa, Mas?" tanyaku. Sejak tadi pagi sebenarnya aku sudah kesal dengan Gilang. Aku kira dia mengajakku ke sini karena ingin merayakan hari ulang tahunku, ternyata aku salah. Gilang bahkan sepertinya tidak tahu bahwa hari ini hari ulang tahunku. Padahal, besok kami sudah harus kembali ke Jakarta. "Hari Sabtu," sahut Gilang santai. Aku mendengus pelan, mendengar jawabannya yang begitu saja. Ingin rasanya aku berteriak di telinga Gilang bahwa hari ini aku berulang tahun. "Dasar nggak peka," gerutuku pelan. "Apa sayang?" "Nggak papa." Aku menjejak kakiku pada tanah, membuat Gilang berhenti mengayunku. Aku pun turun dari ayunan, berjalan masuk ke dalam vil

