Setelah sibuk dengan bulan madu yang kata Wenny lebih mirip liburan, aku kembali mengajar dan mengurus keripik pisang seperti biasa. Sedangkan Wenny, dia sibuk dengan pekerjaannya dan belakangan ini dia mulai ingin tahu soal bisnis. Beberapa kali bertanya soal prospek bisnis termasuk mengenai UMKM. "Pak Gilang." Kinan berdiri di depan pintu kelas. Kelasku baru saja bubar, masih ada beberapa mahasiswa di dalam kelas. Kinan berjalan masuk menghampiriku. Dia memang terkenal sebagai dosen tercantik dan idola para mahasiswa. Maklum saja, Kinan masih single dan dia masih muda. "Saya nggak tahu kalau Pak Gilang mantan suaminya Sania," tuturnya dengan santai. Aku menatap Kinan sekilas. "Memangnya itu penting?" tanyaku dengan nada sedikit sinis. Setelah semua peralatan laptopku tersimpan rapi

