Gilang sudah dua hari ini ada kegiatan di luar kota. Rumah terasa sepi, walaupun hari biasa juga sepi karena Gilang tidak banyak bicara. Hanya saja aku merasa sendirian di rumah menyeramkan juga. Sehingga selama dua malam tidur lebih cepat dari biasanya. Untuk menghilangkan rasa bosan, aku main ke rumah orangtuaku. Di sini ada Irish yang sedang dititipkan. Aku berencana untuk menginap di sini malam ini. "Wika kemana memangnya, Bu?" tanyaku pada Ibu, sambil memangku Irish yang sibuk memasukkan kepalan tangannya ke dalam mulut, sedangkan matanya fokus pada Keiko yang bertengger di tempatnya. "Pergi ke acara koleganya Putra," sahut Ibu sambil menyuapiku sepotong apel. Aku menerima suapan apel dari ibu. "Ke Bandung, nginap di sana katanya," lanjut Ibu. "Aku nginap di sini ya, Bu." Aku memi

