Part 22 : Sintha

2873 Kata

Sintha   "Kemana kita harus mencari babi-babi itu!?" Gerutu Sintha yang sedari tadi berjalan di belakang calon suaminya.   "Ah,,, mmmnnnn,,, aku tak be-begitu yakin. Tetapi, aku mencium kotoran mereka." Jawab Suli yang membimbing perjalanan.   Mereka berdua belum sah menjadi suami dan istri jika tak memberikan sesembahan berupa seekor Babi hutan jantan kepada Tetua. Kendati Suli adalah putra mahkota Suku Amuntai, tetapi ia harus menunaikan tugas itu sebelum melaksanakan perkawinan. Sungguh rumit memang adat istiadat suku-suku pedalaman ini, namun mereka berdua harus menjalaninya. Mereka berdua hanya berbekal busur panah lengkap dengan anak panahnya, serta sebilah mandau untuk menebas apa saja. Semua senjata itu harus dibawa sang pria, lalu sang wanita tak membawa apapun. Pakaian Sint

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN