Part 18 : Maya

2287 Kata

Maya   Tiada hari yang dilewatkan Maya dengan pekerjaan barunya, yaitu membantu ayahnya mengurusi persiapan penyambutan Sang Prabu. Berkali-kali, sang ayah memperingatkan Maya agar tak terlalu memikirkan tentang acara persiapan itu. Namun Maya berkelit, ia berdalih bahwa kesukaran sang ayah, juga menjadi kesukarannya. Maya ikut membantu sang ayah dengan meneliti kembali anggaran yang harus dikeluarkan. Dan kini sudah lebih dari lima ribu kepeng emas sudah dikorbankan hanya untuk membangun Astana tempat Prabu tinggal untuk sementara nanti. Belum lagi Adipati Susno juga harus membenahi beberapa tempat di Yudanta ini, termasuk Pasar Rabaya dan Dermaga Teluk Rabaya. Semuanya harus kelihatan rapi dan bersih, jika Prabu tiba nanti. Pikiran Maya kini bertambah dewasa diusianya yang cukup belia.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN