Candra "Apa yang harus kulakukan, Ki?" Tanya Candra dalam kekalutan hatinya. Sesaat setelah ia bertemu dengan sang ayah. Ia mengunjungi padepokan milik Ki Palinggar Jati. Padepokan yang cukup luas dengan dinding batu berukirkan perjalanan panjang Jawadwipa. Dinding itu cukup untuk melindungi rumah Joglo ditengahnya. Ki Palinggar Jati merupakan amangkurat atau bisa saja disebut penasihat. "Den bagus, kakanda Candrika telah melepaskan tahtanya, sehingga engkaulah yang menjadi ahli waris kadipaten Yudanta ini." Jawab Ki Palinggar Jati sembari menyesap teh di tangannya. "Aku akan selalu mendukungmu dan mendukung Kadipaten Yudanta ini. Aku disumpah oleh Prabu Aryawangsa untuk menjadi amangkurat, tentu saja aku akan tetap setia mendukung siapa saja yang menjadi Adipati di Kadipaten di t

