KEDATANGAN SEPTI!

1115 Kata

Pagi-pagi benar Roy sudah bangun dan turun dari ranjang dengan perlahan, ia tidak mau membuat istrinya tersadar. Sebelum betul-betul pergi Roy melihat wajah Metha yang masih nampak pucat serta kering pada bibirnya. Roy menghela nafas lalu segera keluar. Hari ini ia harus segera ke kantor untuk memberikan laporan ke ayahnya yang merupakan pemilik perusahaan tempat ia bekerja. Terdengar suara orang memasak di dapur dan sudah bisa diketahui jika itu adalah bik Ijah. "Pagi Tuan, mau minum kopi atau teh?" tanya bik Ijah yang menyadari kehadiran sang majikan yang sudah berpakaian rapi. "Kopi saja, Bik. Kepala saya sakit, semalam kurang tidur," keluh Roy dengan memijit keningnya. "Apa ada yang terjadi dengan Non Metha?" Roy mengangguk lalu menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. "Di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN