Aji dilanda kebingungan teramat sangat, ia pulang membawa kekosongan di hatinya, dan ternyata setelah tubuhnya bersih dari guna-guna –perasaan mencintai Anjani itu masih ada. Hal itu menandakan ia masih mencintai wanita tersebut, dan sekarang – apakah yang ia lakukan setelah mengetahui siapa Anjani? Luka saat mencintai wanita itu, lebih luka saat Aji mencoba untuk meninggalkannya. Hampa, hanya itu yang dapat ia rasakan saat ini. *** Beberapa saat kemudian, akhirnya Aji sampai juga ke rumahnya. Sesampainya di rumah bapaknya tampak menunggunya di ruang tamu di rumah mereka. "Bapak memanggil aku? Ada apa, Pak?" tanya Aji sembari menatap ke arah bapaknya. "Hm, ya. Duduklah dulu, Nak. Ada suatu hal yang ingin bapak sampaikan kepada kamu." balas Pak Anton dengan suara yang terdengar sa

