Alena berdiri di depan cermin besar di kamar tamu kediaman Adrian. Gaun putih gading yang membalut tubuhnya terlihat begitu anggun, namun tangannya terus gemetar. Malam ini, ia akan bertemu keluarga Adrian untuk pertama kalinya. Bukan sebagai karyawan. Bukan sebagai pelayan. Tapi sebagai… seseorang yang berada di sisinya. “Tenang saja,” kata Adrian dari ambang pintu. “Kau terlihat sempurna.” Alena menoleh, dan senyum gugup tergambar di bibirnya. “Aku merasa seperti akan dipanggil ke ruang ujian.” “Ini memang ujian,” gumam Adrian pelan. “Tapi kali ini, kita jalani sama-sama.” Lampu gantung kristal memantulkan cahaya hangat di ruang makan besar kediaman keluarga Ardyn. Meja panjang sudah tertata rapi, dengan lilin-lilin elegan dan hidangan mewah berjejer di atasnya. Madam Valencia, ib

