Tiba-tiba tawa Fiona menarik Yiven dari pusaran pikiran gelapnya. Suara tawa yang begitu murni, tanpa beban, hingga terasa asing di terdengar di ruangan prakteknya. "Om Dokter," bisik Fiona, mata cokelatnya membesar penuh rahasia seolah ia sedang membocorkan kode rahasia sebuah brankas. Ia menunjuk ujung stetoskop yang siap menyentuh d**a mungilnya. "Apa Om Dokter juga sedang mencari harta karun di dalam d**a-ku? Mama bilang, jantungku adalah harta karun yang paling berharga!" Yiven membeku, menahan napas sejenak. Mendengar kata 'harta karun', yang diiringi ekspresi Fiona yang sangat serius dalam menjaga 'rahasia' itu, membuat pertahanannya akhirnya runtuh. Tawa yang jarang ia keluarkan meledak, memenuhi ruangan praktek itu dengan gelombang kehangatan yang tidak terduga. Itu adalah ta

