Koridor lantai lima Rumah Sakit Arga selalu terasa sepi, sebuah sunyi yang disengaja untuk menjaga ketenangan ruang diagnostik. Namun, bagi Dokter Yiven Mahendra, koridor ini adalah medan perang internalnya. Dua hari sejak Nayla Jeneva terpaksa membuat janji pemeriksaan lanjutan untuk putrinya, Yiven telah berusaha keras memusatkan pikirannya pada tugasnya, tetapi setiap detak jantung yang ia periksa seolah menghasilkan rhythm yang sama: Maria, Maria, Maria. Hari ini, Fiona, pasien kecil yang wajahnya merupakan tiruan sempurna dari dirinya, sedang menjalani MRI Jantung. Ini adalah tes yang krusial, membutuhkan fokus total dari tim medis. Namun, Yiven tidak berada di ruang kendali MRI. Ia baru saja menyelesaikan visite singkat di bangsal bedah, dan kakinya sendiri yang membawanya kembali k

