BAB 14 - Perdebatan Di Koridor

818 Kata

Koridor rumah sakit yang seharusnya menjadi lambang ketenangan dan harapan, mendadak bergetar oleh nada suara yang meninggi, memecah keheningan. Yiven, yang baru saja melangkah keluar dari ruangannya, anehnya langsung mengenali suara itu. Suara itu adalah suara yang mirip dengan suara menghantuinya dalam mimpi. Di ujung koridor yang panjang, di depan meja resepsionis kecil, Nayla Jeneva berdiri. Wajahnya merah padam, menunjukkan kelelahan yang jauh lebih mendalam daripada sekadar kurang tidur—ini adalah kelelahan jiwa, frustrasi yang nyata dan terpendam. Ia memegang tangan kecil Fiona, putrinya, yang tampak bingung, berdiri di tengah badai emosi sang ibu. "Bagaimana bisa Anda tidak mengabari saya?!" tuntut Nayla. Ia berusaha keras menahan volume suaranya agar tidak mengganggu pasien lai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN