EPILOG

1804 Kata

"Assalamu'alaikum Warrahmatullah.. Assalamualaikum Warrahmatullah." Laki laki itu mengakhiri salamnya dengan mengusap wajah dengan kedua tangan. Menghela nafas panjang, ia kemudian menoleh ke belakang, disana, satu shaf di belakangnya, Sosok cantik berwajah bulat yang tengah duduk bersimpuh dengan menatap sajadah yang menjadi alasnya beribadah. Senyum manis terbit di wajahnya, tangan kanannya terulur hingga menarik perhatian gadis yang masih bergumam menggumamkan kalimat kalimat Dzikir yang sempat ia ajarkan beberapa waktu lalu. Senyum darinya menular pada wanita itu, wajah bulatnya bertambah lucu ketika senyumnya mengembang, karena kedua pipinya tampak seperti ingin bertambah membesar saja. Hatinya menghangat, sebagai seorang suami, Kepala keluarga sekaligus Imam untuk wanita dihadapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN