"Jadi menurut Rara, Zia harus apa?" Naira yang tengah duduk berhadapan diatas kasur milik Zia menyipitkan matanya sejenak, setelah Zia bercerita panjang lebar tadi, ia sudah dapat menyimpulkan kalau sahabatnya ini benar benar telah jatuh pada pemuda yang selama ini ia panggil Abang, dan bagian yang mengenaskan adalah, Kenzo sama sekali tidak menyukainya! Ck. "Hmm gimana ya, asli gue juga bingung kalau sikapnya doi macam orang lagi maen layangan gitu, tarik ulur gak jelas ewhh," Zia mencebikkan bibirnya sambil memangku boneka pandanya. "Ya' lo mau tau gak gimana caranya biar tau kalau Bang Zo itu suka sama lo atau engga?" Zia mengangkat kedua alisnya tinggi tinggi saat mendengar penawaran Naira, ia mengangguk antusias lalu mencondongkan tubuhnya kearah Naira. "Gimana gimana?" "C

