Chapter 1
Sekarang SMA Dergentara sedang melangsungkan pemilihan Ketua OSIS periode 2017/2018, nah karena bujukan dari guru-guru dan teman-teman, gue kepaksa ikutan calonin diri jadi Ketos, dengan iming-iming para guru dan teman-teman yang bujuk bakal bantu gue, itupun kalau kepilih.
Jujur saat ini gue sangat gugup. Membayangkan naik ke panggung membacakan visi misi saja gue udah gemetaran nggak karuan kek gini apalagi pas 'ijab kabul' nanti bisa bisa pingsan sebelum sah.
"Oke Nomor urut 3 silahkan naik dan membacakan visi misi-nya," seru MC pemilihan Ketos.
Gue udah keringat dingin, tapi sekarang bukan waktunya. Ini cuma baca visi misi doang, nggak bakal mati juga berdiri didepan umum. Gue naik ke panggung disambut dengan kemeriahan tepuk tangan dari pihak guru maupun siswa/i.
"Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh," biar sopan ucap salam dulu.
"Ok, Kenalin Gue Ghali Daniel Abimaya. Calon Ketua OSIS kalian, panggil aja Daniel. Gue berdiri disini untuk membacakan visi misi yang bisa buat kalian yakin untuk milih gue sebagai Ketua OSIS kalian. Nah, langsung aja agar tidak terlalu mengulur waktu." Sejujurnya Visi Misi-nya gue copas dari internet hehehe.
"Visi OSIS :
Menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan segala potensi yang ada sehingga terbentuk siwa yg cerdas, kreatif, dinamis, berprestasi, berakhlak mulia dan menjaga nama baik sekolah menuju sekolah yang Unggul di tingkat nasional
MISI :
Membentuk karkater pengurus yang cerdas dan solid
1. Melaksanakan kegiatan yang dapat meningkatkan hubungan positif antar guru dan siswa
2. Menciptkan kondisi lingkungan sekolah yang kondusif dalam belajar, untuk menghasilkan siswa yang berkompetensi dan mandiri
3. Mengaktifkan kelompok belajar dari masing-masing kelas
4. Memaksimalkan peran siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan
5. Memajukan kualitas ekskul di sekolah agar banyak diminati siswa dan mampu mengukir prestasi diluar sekolah
6. Mengadakan kerjasama dengan sekolah lain dari sisi akademik, olah raga dan seni
7. Membentuk karakter siswa yang unggul dari SQ. IQ, EQ
8. Menjalin kerja sama dengan organisasi internal sekolah lainnya untuk memicu kreatifitas siswa
9. Aktif menyerap dan berbagi informasi tentang kondisi dunia pendidikan
10. Menjadi jembatan siswa berprestasi untuk mendapatkan beasiswa"
"Nah itu tadi visi misi gue, pamit ye jangan lupa coblos nomor 3," akhirnya kelar juga huff.
*****
"Oke sekarang hasil penentuan dari pilihan kalian......., menurut kalian siapa nih yang bakal jadi Ketua OSIS SMA DERGENTARA!!!!!!" Teriak MC memecah ketegangan.
"DANIELLLLLLL!!!!!!"
"SHAAAAKKAAAAAAAAAAA!!!!!"
"ABIIIIIIIII!!!!!!!!"
"DANIEELLLLLLLL DANIELLL.!!!!!!!"
"Wah, sangat sengit ya. Ditangan saya sudah ada amplop berisikan hasil poling pemilihan Ketua OSIS 2017/2018.
SHAKAA : 279 POIN
ABI : 377 POIN
DANIEL : 379 POIN
Secara otomatis Ghali Daniel Abimaya adalah Ketua OSIS periode 2017/2018 SMA DERGENTARA"
prok prok prok prok
*****
Dan itulah cerita singkat gimana gue bisa jadi Ketua OSIS, tidak seperti yang gue bayangkan ternyata menjadi Ketos asik juga.
"Dan ini ada titipan surat buat lu" kata Bian nyerahin surat ke gue "Katanya spesial, pengirimnya rahasia" lanjutnya.
"Oh, oke terimakasih ye"
"Gue kesana dulu ye si Sian katanya nyariin gue."
"ye sana jagain Bebeb lu."
Mendapat surat dari orang yang misterius seperti ini sudah biasa, semenjak jadi Ketos gue jadi banyak penggemar rahasia iyain.
"Tunggu gue dalam 7detik" isi suratnya.
Anj* baru kali ini gue dapat surat kek gini, ya walaupun gue pinter nih ye mana paham sama tulisan singkat 7detik 7detik kek gini.
"Gue mau cium lu tapi-....."
*****
Upacara Bendera pada hari Senin sudah menjadi rutinitas dibeberapa sekolah di Indonesia!?
Gue sebagai ketua OSIS sibuk untuk mempersiapkan upacara. Dan berhubungan guru yang akan menjadi pembina upacara kali ini sedang berhalangan untuk hadir. Maka dari itu gue yang bakal menggantikannya, itung-itung latihan jadi kepsek.
Berselang beberapa waktu akhirnya datang juga waktu gue untuk memberikan amanat singkat jelas dan padat, seperti kata legend para guru amanantnya sedikit saja berhubung cuaca sangat panas, tapi kenyataannya amanat berjam-jam.
Setelah sedikit curhat mengenai kesadaran para siswa/i yang masih dibawah standar untuk membersihkan lingkaran sekolah, gue akhiri amanat gue dengan salam.
Tring Tring Tring Trong
Saatnya Jam Pelajaran
Bunyi bell menandakan jam pertama segera dimulai. Gue, Bian, Sian, Gian dan Lea tidak ikut untuk pelajaran yang pertama dikarenakan rapat OSIS.
Oh iya, kalian belum kenal mereka. Sini merapat biar gue kenalin sama geng gue. Yang pertama Bian, Sang Juara Olimpiade matematika, dia wakil gue.
"Kamu itu bagaikan pelajaran matematika ya setelah x dan y menyerang, bikin rumit. Salken gue Bian"
Yang kedua ada Sian, anak emas para guru, cucunya pak Kepsek nih, wakil ketua II.
"Eyyo, Salken gue Sian. Ganteng dan kaya raya, yakin nggak mau sama sultan goodloking?"
Ketiga ada Gian sang buaya di geng kita, sekretaris OSIS.
"Ayolah manis, gue nggak sebuaya yang kalian kira. Mantan gue cuma 1 yang lain masih gue pacarin"
Dan yang terakhir, sicantik dari gua hantu, Lea si bendahara OSIS.
"Jangan dengerin, mana ada orang cantik dari gua hantu. Lea sang bidadari surgawi numpang lewat"
Arrrwwwrrr di geng, gue doang yang waras, dan real tampan kaya raya.
*****
"Oke, mungkin cukup sampai disini saja rapat kita kali ini, berhubung jam istirahat sebentar lagi dan gue tau kalian udah pada laper" ucap gue mengakhiri rapat.
"Kalau ada yang mau ditanyakan atau saran maupun komentar bisa langsung chat gue aja kalau malu ucapin langsung" lanjut gue.
Setelah rapat rencananya gue mau ke UKS buat istirahat karena entah kenapa kepala gue pusing ditengah tengah rapat. Gue tinggal menunggu semuanya pergi baru gue otw UKS.
"Kak ini surat buat kakak, diterima ya kak," sahut salah satu junior gua yang juga masuk ke organisasi OSIS, jabatannya gue lupa inget namanya doang 'Gita'.
"Ah iya makasih, entar gue baca." balas gue sambil ngambil suratnya.
"Dan ini ada titipan surat buat lu" kata Bian nyerahin surat ke gue "Katanya spesial, pengirimnya rahasia" lanjutnya.
"Oh, oke terimakasih ye"
"Gue kesana dulu ye si Sian lagi nungguin gue."
"ye sana jagain Bebeb lu." canda gue yang terkesan garing.
Mendapat surat dari orang seperti ini sudah biasa, semenjak jadi Ketos gue jadi banyak penggemar rahasia iyain.
"Tunggu gue dalam 7detik" isi surat dari Bian, punya Gita nanti aja nggak misterius soalnya.
Anj* baru kali ini gue dapat surat kek gini, ya walaupun gue pinter nih ye mana paham sama tulisan singkat 7detik 7detik kek gini. Tapi mata gue langsung lihat jam sambil liatan jarum detikya
'Tek 1.... Tek 2.... Tek 3.... Tek 4.... Tek 5.... Tek 6.... Tek 7....'
"Gue mau cium lu tapi bukan disini," mendengar ucapan itu gue langsung mematung, dan tiba tiba kepala gue menjadi berat ditambah pusing gue makin menjadi-jadi. Pada akhirnya gue pingsan, anjir malu.
Bangun-bangun gue udah ada diatas kasur UKS, nyaman banget kalau tidur disini serasa lagi tiduran disurga dunia. Tapi yang menjadi perhatian gue ada sosok yang heemm lumayan, 'eh apaan anjir dia cowok' lagi ketiduran sambil duduk di kursi samping kasur tempat gue tidur.
"Udah bangun? kok tiba-tiba pingsan?" cuup, tanyanya disambung ciuman dibibir gue yang membuat gue seketika mematung.
"Daniel, kenapa? kurang ya" cuup, anjir double kill.
Dia kembali mendekat dan seketika itu gue langsung nonjok dia sebelum ciuman yang ketiga terjadi.
"Apa-apaan lu, najis jijik gue. Gue perlu kedokter nih siapa tau mulut lu banyak virusnya. Dan satu hal lagi yang paling penting gue bukan homo mon maaf," marah gue dan langsung cabut dari tempat kejadian perkara.
Didalam kelas gue langsung jatuhin wajah kedalam pelukan meja, memikirkan hal yang tadi membuat hilang semangat hidup saja.
"Daniel!!!!! Gue mau nanya, lu jadian sama Agam?" tanya Lea yang tiba-tiba membuat gue kebingungan.
"Orangnya cantik?," tanya gue balik tetap pada posisi yang sama.
"Ganteng, gue liat lu ciuman diuks", ucapan Lea membuat seisi kelas melihat kearah kita berdua.
"Apa liat liat, mau gue kasih poin hukuman", ancam gue. Mau gimana lagi daripada pada nguping dan buat gosip aneh aneh.
"Lu salah liat Lea, 'bisa bisik bisik nggak ngomongnya," ucap gue dengan diakhiri penurunan nada bicara.
"Mana ada gue salah liat, jelas jelas gue lagi rebahan di kasur UKS samping tempat lu," bantahnya.
"Lu nggak jijik"
"Nggaklah, hal seperti itu kayaknya udah biasa deh, tenang kok gue sama Bian, Sian dan Gian terima lu apa adanya"
"Anjir apa apaan apa adanya, gue nggak pacaran sama homo"
"Bener ye, kalau pacaran gue minta Silverqueen yang 1kg"
"Bakal gue beliin kalau gue pacaran sama si homo, dan berkhayalah hingga nyungsep"
"Hadeh"
"Sono jauh jauh, gue mau baca surat dari Gita nih"
"Dia masih ngejar Lo?" tanyanya, gue jawab anggukan, disambung dia yang kembali ketempat duduknya.
'Hai kak, entah ini sudah menjadi surat yang keberapa, kuharap kakak tidak pernah bosan membacanya.
Aku masih Gita yang mencintai Daniel, sosok cowok yang selama ini ingin aku miliki,
"Masalahnya gue nggak mencintai Lo" bantin gue disela-sela membaca suratnya.
Entah sampai kapan aku terus menunggu balasan dari kakak, tapi Gita yakin akan terus selamanya menunggu kakak. Salam Manis, Gita'
"Aneh nih anak, tapi bagus juga sih ada yang suka gue hehe"
Pukul 10.45, panggilan alam menuntunku untuk mengisi perut yang kelaparan. Diperjalan menuju ke kantin gue berpapasan dengan 'dia' orang yang mencium gue di UKS.
Kalau udah kek gini, nafsu makan langsung terbang bikin males jalan kekantin tapi tiba-tiba.
"Nih, SariRoti rasa keju sama NutriBoost rasa strawberry kesukaan lu," ucapnya nyerahin kek gue.
"Makasih, tapi tau darimana gue suka ini?" tanya gue sambil mengambil SariRoti dan NutriBoost, rezeki tidak boleh ditolak.
"Makan aja biar tambah gede," dia mengusap rambut gue dan berlari kearah lapangan basket.
BLUSH
"Cie yang baper," ucap Lea ngagetin gue.
"Apaan sih, mana ada"
"Terus pipi merah merah itu kenapa"
"Lagi sakit gigi" sangkal gue dan berjalan balik ke kelas. Si Lea kok bisa ada mulu disetiap momen gue sama dia, hadeh bikin riwet.
*****
Saat-saat yang paling ditunggu yap pulang sekolah.
Berhubung hari ini mobil gue masuk kebengkel gue rencananya mau nebeng sama Sian, tapi dia udah pulang duluan. Terpaksa deh gue harus nunggu bis.
Perjalan kehalte bis aja sangat dramastis, gue jatuh kedalam got saat lagi telponan sama Mama, pengen nangis tapi mana ada ketua OSIS cengeng.
"Daniel....!!" panggil seseorang yang suaranya nggak asing, aduh dia lagi.
"Kamu nggak kenapa-kenapa?" tanyanya sambil bantuin gue naik dari got. Sekarang rasanya pengen menghilang dari bumi saking malunya.
"Iya, gue gapapa sedikit lecet doang mah"
"Mau gue anterin pulang?" tawarnya, mau gue tolak tapi masa iya entar dibis dijulitin bau got.
"Eumm.. emang nggak ngerepotin lu?" tanya gue sekedar basa-basi, plis bilang nggak.
"Bikin repot sih, tapi kalau orang yang ngerepotinnya kamu, aku tidak masalah," ucapnya sambil tersenyum manis kearah gue.
Gue yang merasa pipi gue merah langsung nutupin muka pake tas, bisa bikin dia berpikiran aneh-aneh nih kalau liat gue nge-blush.
"Bullshit, lu naik mobil atau motor?, kalau motor, motornya dimana kalau mobil mobilnya dimana?"
"Gue pake motor," ucapnya sambil narik gue kearah motornya diparkir.
Dia naik kemotor dan gue ikut juga naik keboncengannya. Rasanya aneh soalnya baru kali ini gue dibonceng motor apalagi yang bonceng cowok, tapikan gue juga cowok ngapain aneh.
"Peluk kalau nggak mau jatuh," suruhnya yang jelas jelas gue tolak, apa apaan nyuruh peluk.
Dan sesuai yang kalian inginkan dan yang dia inginkan ditengah jalan gue meluk dia karena takut, dia mau ngajak mati bareng apa gimana, bawa motornya kayak lagi dikejar anjing.
"Kita mampir bentar di Indomaret ya beli k*ndom" ucapnya, tapi gue nggak dengar. Dan baru sadar saat dia berhenti didepan Indomaret.
"Kok berhenti?"
"Mau beli k*ndom"
"HAH!!??"
"Iya k*ndom, biar kamu nggak hamil..."
Gue mematung setelah mendengar apa yang dia katakan. 'Mamaaaaaa Daniel mau diperkosa!!'