Saling mengungkapkan perasaan

1909 Kata

Chris berdiri menatap nanar pintu ruang operasi. Hatinya gelisah, pikirannya yang kacau berulang kali Chris mencoba menetralisir nya. Sebanyak apapun Chris mencoba selalu berpikiran baik, sebanyak itu juga ketakutan seakan terus menghantui dan membayanginya. Dua jam berlalu, Chris dan yang lainnya masih setia menunggu kabar Mia. Seakan menanti sesuatu yang mendebarkan, akhirnya penantian itu terbayar saat suara tangis bayi terdengar keras memenuhi ruangan. Sayup-sayup Chris dan yang lain mendengar suara tangis itu. Tanpa bisa mengontrol dirinya lagi, Chris langsung bersimpuh dan bersujud setelah mendengar suara tangis bayi kecilnya. Air matanya luruh, diikuti doa dan rasa syukur. "Pa, itu suara cucu kita," Mama Chris meneteskan matanya terharu. "Iya Ma, cucu yang selama ini kita nantika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN