Chris berjalan gontai menuju mobil ambulan. Tanpa mau banyak bicara, Chris langsung masuk ke dalamnya, diikuti dengan brankar berisikan jasad Mia. Air mata yang tadinya jatuh berderai kini sudah mulai mengering, seakan air mata itu sudah habis. Chris menatap nanar jasad sang istri yang sudah ditutup kain putih. Pikirannya melayang ke hari di mana dirinya dan Mia masih bercanda bersama Bi Inah. Semua kejadian manis yang sekarang berubah menjadi kenangan. "Chris, Papa jalan lebih dulu. Kita bertemu di rumah kamu, nanti Papa dan Mama siapkan semuanya," ucap Papa Chris, berdiri di depan pintu ambulan. Chris mengangguk, pandangannya masih belum beralih. Sedangkan Dika dan Pak Broto, memutuskan mengikuti mobil ambulan Chris di belakang. "Ma, kita berangkat duluan!" ucap Papa Chris, membuka pi

