Benda keramat

2105 Kata

Merasa sangat malu dengan kejadian tadi di kamar. Dinar memutuskan untuk turun ke lantai bawah mencari keberadaan sang putri. Dari kejauhan Dinar sudah bisa melihat Ihza kecil yang sedang asyik bermain dengan Bi Inah. "Bi, tadi Ihza nangis?" tanya Dinar, bergegas meraih Ihza dalam gendongannya. "Tidak Neng, non Ihza dari tadi asyik main. Jangankan nangis, rewel saja tidak," sahut Bi Inah. "Loh, bukannya kata Chris, Ihza tadi nangis?" tanya Dinar, merasa aneh. "Masa sih Neng? Dari tadi non Ihza sama Bibi baik-baik saja, tidak ada nangis sama sekali. Mungkin den Chris salah dengar kali Neng," jelas Bi Inah. Keterlaluan, jadi Om gila itu menipuku? Lihat saja nanti, gara-gara kebohongannya, aku hampir aja dibuat malu karena sehelai handuk, batin Dinar kesal. "Neng kenapa diam?" tanya Bi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN