Chris mengejar Dinar ke kamarnya. Entah mengapa, Chris merasa ada yang aneh dengan sikap istrinya sekarang ini. Lebih sedikit pemarah, lebih sering merajuk dan terbawa suasana. Apa aku tanya Bobby atau mama saja, ya? Kalau begini terus, bisa cepat tumbuh uban di kepalaku nanti, batin Chris. "Sayang, kamu marah, ya?" tanya Chris, membuka pintu kamar perlahan. "Tidak, siapa yang marah? Coba kamu ke sini!" pinta Dinar, perasaannya mulai membaik saat tanpa sengaja melihat sesuatu yang unik di layar ponselnya. Chris masuk perlahan dan menghampiri Dinar. Diliriknya Ihza sedang bermain boneka frozen di samping Dinar. "Ada apa, Sayang?" tanya Chris, duduk di samping Dinar. "Coba lihat ini! Aku rasanya ingin sekali membeli ini," tunjuk Dinar, ke sebuah menu makanan yang Chris nilai ekstrim da

