Dasar Dika menyebalkan. Kenapa aku harus punya sahabat seperti dia sih? Baru anak pertama saja, sombong, batin Chris, bergegas kembali ke mobilnya setelah selesai membeli semuanya. "Mau ke mana kamu Chris?" tanya Dika, melihat Chris langsung pergi. "Mau pulang, mau apa lagi?" ketus Chris. "Dingin sekali Chris. Kamu marah, ya?" tanya Dika, tersenyum jahil. "Tidak, untuk apa marah. Sudah ya, istri dan anakku sudah menungguku. Ingat, besok pagi, jangan terlambat ke kantor!" sahut Chris, masuk ke dalam mobilnya Dika tertawa melihat tingkah Chris. Mobil yang dikendarai Chris, semakin lama semakin menjauh. Sesampainya Chris di rumah, Dinar sudah duduk di taman belakang menunggu Chris, bersama Ihza kecil. Semakin hari, Ihza semakin tumbuh aktif. Hal itu membuat Dinar menjadi gemas, sekalig

