Chapter 25

1889 Kata

"Wow." Nevan dikejutkan oleh pekikan keras Erlangga. Ia baru saja bangun dan bergabung dengan pria itu untuk menikmati sarapan pagi. Namun dilihatnya, sebelah tangan Erlangga memegang sendok untuk menikmati semangkuk sereal, sedangkan satu lagi menggenggam ponsel. "Kenapa kau heboh pagi-pagi begini?" Nevan memilih mengambil roti dan mengoleskan selai kacang di atasnya. Secangkir kopi hitam telah disajikan oleh asisten rumah tangga, seperti biasanya. Erlangga tidak menjawab dengan suara, melainkan menunjukkan layar ponselnya langsung. Mata Nevan lalu melihat sebuah postingan yang menampilkan fotonya bersama dengan Sonya ketika berada di toko kue kemarin. Foto ketika dirinya memandangi Sonya yang menikmati kuenya. "Carilah lelaki yang menatapmu sedalam Nevan." Nevan membaca sendiri ca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN