Sonya sengaja mengosongkan jadwalnya hari ini. Apalagi kalau bukan rencana memberi kejutan untuk Erlangga. Ia telah berdandan habis-habisan demi tampil menawan di hadapan Nevan nanti yang menjemputnya. Ketika Sonya akan mengambil tasnya, tanpa sengaja matanya melihat beberapa naskah film yang kemarin ditawarkan padanya. Bersamaan dengan itu, ingatan akan ucapan Sesil juga muncul. "Sonya, kau bilang ingin mencoba berakting dengan genre yang lebih menantang bukan? Film melodrama ini akan cocok untuk awal mula perkembanganmu. Apalagi salah satu investor di agensi kita juga menginginkan kau ikut dalam film ini." Sonya termenung sesaat. Di satu sisi ia merasa senang bahwa ternyata orang sudah bisa melihat potensi dalam dirinya sebagai aktris, bukan hanya terkenal dengan genre romantic-comedy

