Bab 81

1368 Kata

Lima hari kemudian. Hujan gerimis menyapa Jakarta sore itu. Alfarez melajukan mobilnya dengan hati berdebar menuju rumah sakit tempat ia menitipkan harap dan ketakutan. Di tangannya kini tergenggam amplop cokelat bertuliskan: "Hasil Pemeriksaan DNA - Confidential." Sesampainya di rumah, Alfarez langsung menuju kamarnya. Suasana rumah besar itu sepi, hanya terdengar detak jam dan hujan yang mengetuk pelan kaca jendela. Ia duduk di tepi ranjang, menatap amplop itu dalam-dalam, jari-jarinya gemetar ringan. Namun, saat ia hendak membuka, suara ketukan lembut terdengar di pintu. Tok... tok... “Masuk,” ucap Alfarez buru-buru, lalu menyelipkan amplop itu di bawah bantal. Pintu terbuka, dan sosok yang begitu ia hormati muncul: Kenanga, ibunya. “Alfarez... Mama lihat kamu belum makan malam,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN