Bab 80

1543 Kata

Alfarez duduk membisu di tepi kolam, menatap wajah Najwa yang terlihat tenang namun menyimpan luka mendalam. Hatinya diguncang perasaan bersalah, tetapi bibirnya terkunci. Ia ingin mengaku. Ia ingin minta maaf. Tapi ketakutan menguasai dirinya. Bagaimana jika Najwa membencinya? Bagaimana jika anak yang selama ini dirawat penuh kasih oleh keluarga Najwa... adalah darah dagingnya sendiri? Najwa menarik napas panjang, suaranya gemetar namun tegar. "Aku sempat ingin mengakhiri hidup, Mas... saat tahu aku hamil. Tapi Allah memberiku kekuatan lewat orangtuaku. Ayah dan Ibu nggak pernah menghakimi... mereka justru yang paling sibuk mencari bidan, menyembunyikan aib keluarga, menyambut bayi itu seperti cucu yang dinanti..." Matanya basah, namun ia tersenyum lirih. "Aku benci... sangat benci

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN